Jum'at, 20/07/2012 13:55 WIB |
Ragam Ramadhan
Ragam Tradisi Sambut Ramadhan di Indonesia
Oleh : Ary
Acara karnaval Dugderan
Foto : pemkabsemarang
Ghiboo.com - Indonesia pantas disebut negeri sejuta budaya.
Pasalnya, banyak ragam budaya dan tradisi yang tertanam kuat di masyarakat tanah air.
Seperti halnya setiap jelang bulan puasa, biasanya beberapa daerah di Indonesia punya tradisi unik.
Berikut ragan tradisi menyambut Ramadhan disetiap daerah yang ada di Indonesia yang dirangkum oleh ghiboo dari berbagai sumber.
Munggahan
Tradisi Munggahan adalah kebiasaan yang dilakukan oleh orang Sunda dalam menyambut datangnya Bulan Ramadhan. Biasanya tradisi ini dilakukan oleh hampir semua golongan masyarakat walaupun dengan cara yang berbeda-beda.
Dalam tradisi ini, semua masyarakat di Jawa Barat akan berkumpul, baik itu berkumpul dengan anggota keluarga, sahabat dan bahkan juga teman-teman untuk aling bermaaf-maafan sambil menikmati sajian makanan khas.
Nyorog
Tradisi ini adalah membagi-bagikan bingkisan makanan kepada anggota keluarga yang lebih tua, seperti bapak dan ibu, mertua, paman, kakek dan nenek, sebagai tanda saling mengingatkan, bahwa bulan suci Ramadhan akan segera datang.
Makan Kue Apem
Masyarakat Surabaya juga memiliki tradisi dalam menyambut Ramadhan, yakni mengonsumsi kue apem bersama-sama, ini merupakan simbol meminta maaf kepada keluarga, teman, dan sanak saudara.
Perlon Unggahan
Menjelang bulan Ramadhan masyarakat di Banyumas biasa mengadakan tradisi Perlon Unggahan, yang merupakan acara makan besar bersama-sama. Kegiatan ini dilakukan untuk mempererat silaturahmi antar warga.
Dalam acara makan besar ini beragam makanan akan disajikan mulai dari nasi, serundeng sapi, sayur becek, hingga daging kambing atau sapi.
Dugderan
Dugderan berasal dari kata Dug dan Der. Kata Dug diambil dari suara dari bedug Masjid yang ditabuh berkali-kali sebagai tanda datangnya awal bulan Ramadhan, sedangkan kata Der sendiri berasal dari suara dentuman meriam, yang disulutkan bersamaan dengan tabuhan bedug.
Berdasarkan catatan, tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 1881. Biasanya tradisi Dugderan digelar kira-kira 1-2 minggu sebelum puasa dimulai.
Beragam acara akan meriahkan tradisi ini mulai dari pertunjukan tari japin, arak-arakan karnaval, pasar kaget, hingga tabuh bedug yang menjadi puncak acara Dugderan.
Meugang
Di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) atau yang akrab disebut dengan Kota Serambi Mekah, masyarakat disana menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan menyembelih kambing atau kerbau, tradisi ini disebut Meugang.
Konon tradisi Meugang sudah ada sejak tahun 1400 Masehi, atau sejak jaman raja-raja Aceh. Tradisi ini diadakan sebagi ungkapan sara suka cita atas datangnya bulan yang suci diantara bulan yang lain.
Jalur pacu
Masyarakat Riau, khususnya Kabupaten Kuantan Singingi mempunyai tradisi lain untuk menyambut bulan Ramadhan, disini masyarakat biasa menggelar tradisi yang mirip dengan lomba dayung, yakni tradisi Jalur Pacu.
Biasanya tradisi ini digelar di sungai-sungai di Riau dengan menggunakan perahu tradisional, seluruh masyarakat akan tumpah ruah jadi satu menyambut acara tersebut. Puncak darai tradisi ini ditutup dengan Balimau Kasai, atau bersuci menjelang matahari terbenam hingga malam.
Balimau
Pada dasarnya tradisi ini Balimau hampir sama dengan tradisi padusa, yakni membersihkan diri dengan cara berendam atau mandi bersama-sama di sungai atau tempat pemandian.
Tradisi Balimau biasa dilakukan oleh masyarakat Padang, Sumatera Barat. Biasanya tradisi ini dilakukan dari mulai matahari terbit hingga terbenam beberapa hari sebelum bulan Ramadhan.
(Berbagai sumber)
Mau berdiskusi mengenai topik - topik terkini klik saja di
Forum ghiboo